Selasa, 10 November 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

My Four Years Past Part9

balik lagi guys. kemaren w lagi cerita pas dia bilang mau dijodohin ye. iya, w kaget banget. merinding, panas dingin, pala w muter2. (LEBAY). yang pasti w udah bakalan ngira hari ini bakalan terjadi. kenapa? karena sangking eratnya silaturahmi orang betawi, akhirnya w kepikiran kalo Piyu nantinya bakalan dijodohin sama temen ortunya.

"maksud kamu gimana Pi?" w mencoba untuk mendengarkan cerita lengkap Piyu.
"jadi tadi pas temen ayah dateng, aku kan disuruh bikinin teh, yaudah aku bikin ke dapur. pas aku bawa ke depan. kata temennya ayah..."Ji (panggilan haji), anak lu dah besar aje. bisa lah kite besanan?" begitu al. aku kaget banget dengernya al".

hmhmhmhmhm...jadi bener dugaan w. w mencoba buat tenang, walaupun dalam dada w ada perasaan khawatir. rencana masa depan w berantakan. tapi kalo w tunjukin itu ke Piyu, w bakalan gak bisa berpikir tenang yang akhirnya semua ini bakalan ancur nantinya. dan membuat situasi w ama Piyu jadi masalah
"terus, setelah temen ayah bilang gitu, ayah bilang gimana?"
"ayah bilang..."hahaha...bisa aja lu ji, anak w karena dah w terserah dia ajalaah..." ya aku tau sih ayah orangnya gak mau maksa anaknya, soalnya kaka dulu juga dijodohin kan, tapi akhirnya nikah sama pilihannya"...

"jadi gini Pi...aku udah tau suatu saat aku bakalan menhadapi situasi seperti ini. ini yang aku takutkan. tapi aku mencoba untuk berpikir jernih. aku sadar aku bukan siapa-siapa kamu, aku hanya pacar kamu dan dia adalah orangtua kamu yang berhak atas diri kamu. aku sekarang hanya bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi kamu. dan aku gak mau mempengaruhi kamu untuk melanggar apa yang menjadi hak kamu"...walaupun w ngomong begitu, tapi jujur tenggorokan w sakit setiap kali mau ngomong, w nahan sakitnya perasaan...

"kalo ayah kamu memutuskan untuk menjodohkan kamu, percaya Pi. disitulah kebahagiaannya. kita sebagai anak gak bakalan sampe pikirannya sama ortu kita. tapi percaya, kebahagiaan ada di ridho mereka. aku yakin bisa bahagiaiin kamu, tapi aku gak yakin bisa membuat keluarga kita mendapatkan keberkahan, ketenangan...jadi, aku percaya sama keptusan ayah kamu..."

setelah beberapa saat, w terdiam dia terdiam. w mencoba buat menahan perasaan w, takut-takut w nangis. w akuin, walaupun w cowo tapi jujur untuk urusan perasaan w susah buat nahannya. tapi untuk kali ini w berusaha menahan sekuat w. hanya untuk memberikan pesan ke Piyu, "W KUAT"...

tunggu kisah selanjutnya yaaaaa...

see you next time

Sabtu, 07 November 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

My Four Years Past Part8

semua yang w ceritakan kehidupan w empat tahun yang lalu sekarang murni apa yang w ingat dan menurut w berkesan bagi w. disitu w bisa ambil hikmah dari kejadian-kejadian yang w alami. dan hikmah itu lah yang ingin w bagi ke kalian supaya kalian bisa mengerti segala yang kalian lakukan ada makna kehidupan yang tersembunyi baik itu kebahagiaan ataupun kesedihan yang kalian alami.

nah, sekarang w bakalan cerita tentang suatu hal yang menurut w. WOW!!!

13-September 2011

"kriiiiiing, kriiiiiiing, kriiiiiiiing"
"HAH...Piyu nelpon jam segini. tumben amat" padahal w lagi tiduran menuju dunia kedua w alias mimpi. hahahaha, tapi w seneng minta ampun. hahahaha
"ya hallo assalamu'alaikuuum Piiii. tumben amat nelpon. ada apa nih?" kenapa w tanya ada apa? soalnya tumben+jarang+tumben+jarang+tumben+jarang. pasti ada apa2. dan bener dugaan w.
"wa'alaikumsalam. gapapa al, cuma pengen nelpon aja"
"ah, masa? pasti ada apa2 niiiiiih"
"iya deh iyaaaa, gak tau kenapa ya, dari kemaren tuh aku kepikiran kamu terus"
"kepikiran kenapa?"
"aku mau bilang sesuatu al..."
"bilang aja...apa?"
"aku cinta kamu..." deg. jantung w berenti sesaat (lebay). serius w merinding+terbang menuju stratosfer. hahahaha
"kok tiba-tiba bilang begitu?"
"yaaaaa...gak tau, pokoknya aku mau bilang itu ke kamu"
"aku juga cinta kamu Piiiii..." hahahaha...jujur ya guys, selama hampir setahun setengah kita jalan, ini mungkin kedua pertama kalinya dia bilang kalo dia cinta w. hahahaha

tapi...beberapa minggu kemudian, dia nelpon malem-malem lagi...

"hallo assalamu'alaikum al?"
"wa'alaikumsalam Pi, kenapa?" nada suaranya rendah, kayak ada suatu yang dia pikirin...
"aku mau ngomong sesuatu nih, ini serius..." denger kata-kata dia mau ngomong serius, w ubah posisi dari tiduran jadi duduk formal "ya ada apa? cerita aja..."
"kalo aku dijodohin, kamu begimana?" mata w langsung melotot, bulu tangan w dan leher langsung merinding. pita suara w tiba-tiba gak bisa menghasilkan suara. dan ini yang w takutin sejak w awal berhubungan dengan Piyu...

tunggu kelanjutannya ya guys. semakin seruuu loooowh...

Selasa, 03 November 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

My Four Years Past Part7

keesokannya...

karena w tau pagi ini Piyu mau UTS, akhirnya w berencana nelpon dia siang-siang. pas habis zuhur, lagi jalan mau ke asrama w telpon lah dia "hallo, assalamu'alaikuuum Piiiii. gimana Uts-nya? Lancar"
"lancar..." dengan nada yang datar dia jawab apa adanya...
"kalo lancar, kenapa suara kamu begitu, kayak gak semangat banget" w mencoba untuk menemukan apa yang salah.
"nggak, gak kenapa?" lagi-lagi ada apa ini. pasti ada yang salah. tapi kenapa?
"kalo aku boleh tebak nih ya, muka kamu lagi cemberut sekarang, ayo dong ceritaaaa" w mencoba lagi dan lagi.
"nggak ga apa apa al. serius deh" oke akhirnya percakapan kita siang ini berjalan sedikit aneh dari biasanya.

jujur setelah itu pikiran w terus bertanya-tanya kenapa ini? ada apa ini? kenapa suara dia lemes banget. pasti ada sesuatu yang buat dia begitu. dan betul, seminggu kemuidian ketika buku catatan kita dateng lagi ke w. w menemukan di bagian belakang (agak belakang) nyempil tulisan dari dia, mungkin sengaja biar w gak ngebaca kali ya yang intinya tebakan w bener, siang itu dia lagi kesel, males, dongkol, gondok, bad mood pokonya campur aduk gara-gara w nelpon di hari ulang tahunnya dia cuman beberapa menit. dan dia berharap lama. sampe-sampe dia bilang "aku tuh habis kamu tutup malahan gak bisa tidur 2 jam. aku tuh bertanya-tanya, kenapa kamu nelponnya sebentar? kamu bilang karena gak mau ganggu tidur aku karena besoknya UTS, tapi aku mau ngobrol panjang sama kamu, eh kamunya malah sebentar. aku paham al, kamu gak mau ganggu, tapi..."

pas w baca itu tulisan, rasanya w mau ke stasuin, beli tiket matarmaja, nyampe jakarta w langsung ke rumahnya, bawa kado kalo bisa sekalian nginep dah di sana biar full day 24 hours w bisa dengerin ceritanya.

w cuman mau bilang ke kalian anak muda, bahwa sebenernya jika kalian menemukan wanita yang menurut kalian istimewa, kalian harus terlebih dahulu mengetahui letak bahagianya wanita kalian dimana. jadi kalian melangkah pun membuat dia bahagia. kalo cerita Piyu ini yang bisa w bilang ke kalian, kebahagiaan dia sederhana, cukup w bisa dengerin ceritanya, curhatnya, marahnya, ketawanya walaupun itu di telpon itu udah cukup bagi dia. karena dari awal dia udah mengerti w jauh ke malang untuk belajar.

jadi ketika w putus ama dia (ceritanya nanti, makanya tetep pantengin ye). yang pada awalnya w anggap ini keputusan yang sulit w ambil tapi w harus jalani, w dibilang egois ama temen w, katanya "emang lu kira, apa yang lu pikir itu sakit menurut lu, itu juga buat dia sakit? kali aja kebahagiaan dia itu gak berlebihan, hanya denger lu sehat, hanya denger lu di telpon bisa buat dia bahagia. gimana?" bener juga kata temen w.

w terlalu egois. tapi karena itu w mencoba untuk memahami wanita sedalam-dalamnya...

see you next time ya guys. jangan bosen-bosen baca...