hoam. pagi-pagi giniiii enaknya ngapain ya?
habis sholat shubuh jama'ah sama umi, seperti biasa di hari minggu...saatnya kita belanjaaaaaa..hahaha
di perjalanan w ngelamun mikirin mimpi w yang tadi malem, kerasa kayak beneran. senyumnya, ketawanya, rasa cemburu w waktu liat dia jalan sama cowok lain, rasa kesel w karena tau w juga belom bilang apa-apa sama dia, diri w bilang "udah dir, lu udah siap. nanti lu nyesel kalo dia pergi entah kemana", tapi disisi lain diri w juga berkata "lu boleh bilang ke dia, ajak dia nikah tapi jangan kebawa nafsu gini"
tanpa w sadar, hati w mulai mencair, mengaliri kata-katanya
Rey, tanpa kamu sadari kamu telah menjadi matahari di siangku.
matahari yang selalu menghangatkan diriku dari dinginnya waktu.
Rey, tanpa kamu sadari kamu telah menjadi bulan di malamku.
rembulan yang senantiasa menemani gelapnya alam mimpiku.
tujuanku, harapanku, kebahagianku. hanya kamu.
dirimu, ya. semua yang ada padamu.
kelebihanmu, kekuranganmu.
takut. aku takut ketika waktu datang, bukan wajahmu yang ku lihat ketika shubuh menjelang
takut. aku takut ketika kau sedih, bukan tanganku yang mengusap air yang jatuh dari matamu
takut. aku takut ketika dingin menjemputmu, bukan hangat ku yang mendekap dalam tubuhmu
takut. dan aku takut bukan dirimu yang menjadi bagian hidupku. isteriku.
aku ingin kamu tau, tapi aku tak tau caranya bagaimana?
aku ingin kamu merasakan, tapi aku tak tau cara menyampaikan?
minggu ini, w lampiasin perasaan w ke dalam masakan yang w buat. seperti yang w duga, rasanya gak keruan. mending w nyiapin barang-barang ke dalam koper. trrrt. hape w bunyi.
"kamu udah siap?" Rey.
"udah dooong. kamu?"
"lagi bingung. kamu mau temenin aku?"
"kemana?"
"ke Blok-M.hehehe"
Blok-M. sama kayak di mimpi w nih.hehehe, ah tapi masa sama persis.
"mau ngapain ke Blok-M. belanja?"
"iya dooong. kan dapet jatah dari kantor. nanti habis ashar aku ke rumah kamu ya?"
"ooowh, yaudah deh. ceritanya kencan kita? hahahaha"
"hohoho. boleh-boleh. loh?"
"hahaha. kamu bisa juga nimpalinya. yaudah aku tunggu"
sambil nunggu Rey, aku nyiapin makan malem dulu buat umi. maah dia udah dateng duluan. tapi gapapa, dia dah sering nunggu.hehehe
"ayo berangkat?"
"ayok" umi keluar dari kamar habis istirahat "hati-hati ya Rey?"
"iya mi" sambil nyium kedua tangan umi. seneng banget liatnya.
Selasa, 08 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar