Al, harus bagaimana lagi aku harus bersikap di depan dirimu agar kau mengerti bahwa selama ini hanya kamu yang dalam pikiranku...
haaaaaah, walaw pun aku udah bilang gak mau makan masakan orang lain selain masakan buatan kamu dir, tapi sampai kapan aku harus menunggu..
desir angin di lembah tandus..
sedingin embun pagi merasuki raga..
terdiam ku sepi, di antara keinginan dan kenyataan cinta...
dan kusadari segalanya takkan selamanya indah...
bila ia datang memeluk hati yang gersang dengan kehangatan...
kasihnya bukan sekedar angan dan bayangan...
pengorbanan akan kesucian hati seakan mungkin ku pertaruhkan...
untuk semua mimpi dan takdir dari tuhan...
maafkan bila ku pergi dan tak kembali...
cinta ini tak mungkin terus bertahta...
ku rangkai kata-kata dan kutangisi takdirku akan cinta...
aku tak berdaya...
ayat-ayat firman-Nya ku buka dan semua tanyaku terjawab sudah...
Ali r.a dan Fatimah az-Zahra saling mencinta dan pasrah pada Allah semata...
Yusuf dan Zulaikha menghadapi rintangan cinta yang tak mudah...
Rasulullah dan Khadijah rela berkorban karena percaya akan kesucian cinta.
lalu bagaimana dengan kita.???
mungkinkah kan terukir sejarah seperti mereka.?
berbingkai keharmonisan dan cinta...
terlukis dengan kuas-kuas keridhaan-Nya...
wahai penguasa semesta, tolonglah genggam tanganku...
agar ku tak bimbang dalam melangkahkan kaki untuk cinta...
dan andai aku bisa. kan kujaga hatiku hanya untuknya...
untuk dia yang Engkau takdirkan aku bersamanya...
dir, ak percaya sama kamu...
Minggu, 20 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar