Jumat, 04 Juli 2014

Coffe Time Page6

""hey, bengong aja kamu dir"
"dir? ngomong-ngomong aku udah nunggu kamu sejam lebih loh. bisa buat jakarta-malang naek pesawat tuh"
aku berusaha sekuat tenaga biar caranya dia yang cerita sendiri.
"maaf deeeeh. aku emang udah selesai pas sejam yang lalu. tapi, dijalan aku ketemu temen kecil aku. namanya Rizky. tuh orangnya masih keliatan" sambil nunjuk cowok kemeja polkadot balutan cardigan ditambah setelan jeans hitam pantofel putih. gila, style w banget tuh. tapi ogah deh pantofel putih. iuuuh banget.
"setelannya mirip kamu banget dir. tapi kamu lebih gentle dikit. dikit looooowh" yah, walau cuman sedikit, tapi w tetep terbang ke atas. hahahahah
"dikit? iya sih, aku paling ogah pake pantofel putih. udah kayak om om girang gitu. terus kita mau kemana lagi? kamu mau kemana lagi habis ini?
"aku lapeeeeer, kita makan yuk?"
"ayok"

siang itu kita makan di rumah makan sederhana. namanya sih sederhana, tapiiiii harganya bintang lima. walaupun bayarnya berdua sih.hehehehe

"hmhm, Rey, kamu udah bilang sama orangtua kamu kita mau ke Sabang?"
"udah, aku udah bilang ke mereka. kenapa emang?"
"gapapa, biar lancar aja perjalanan" aku diem sejenak, nimbang-nimbang apa w bilang aja ya kayak yang tadi w bayangin..
"trus kamu udah bilang ke orangtua kamu masalah...masalaaaah...."
"masalah apa?"
"masalah kalo kamu mau dijadiin pengganti aku?"
"maksudnya dir?"
ups. aku keceplosan lagi.
"haduh, sory2, kata pak Burhan aku belom boleh kasih tau kamu. haduuuuh. jadi tuh, setelah dari Sabang dan kalo aku lolos aku dipindah di kantor pusat. dan kamu gantiin posisi aku"
"kok tiba-tiba kabarnya. kenapa harus kamu?" ada sedikit kekecewaan dari nada Rey tadi ngomong.
"kenapa sekarang ketika aku sudah menunggu kesempatan ini. ketika aku bisa ketemu kamu dir"
"maksud kamu?"
"aku..."

0 komentar:

Posting Komentar