Jumat, 14 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page15

"sebenernya mau kamu apa sih Rey?"
"loh, kok kamu malah nanya. seharusnya yang nanya itu aku, mau kamu sebenernya apa hah? tiba-tiba datang bilang cinta, giliran aku udah sayang sama kamu, kamu malah pergi gak ngasih kabar, seenggaknya kirim pesan aku kek, apa kek"
"ooowh, jadi ini semua karena aku pergi gak pamit, iya? emangnya kamu siapa, sampe aku mau kemana-mana harus pamit. ibu aku bukan, saudara aku bukan"
PLAAAAAK
"tega ya kamu ngomong gitu, ketika aku udah berharap kamu yang terbaik dalam hidup aku, tapi malah kamu anggep aku gak ada"

"Rey, Rey, kamu gak apa-apa?" ketika aku sadar semua itu hanya mimpi. ya, hanya mimpi. dan dia orang yang bisa menenangkan hati aku. iya, kamu dir.
"hmhm, gak apa-apa. aku cuman mimpi tadi"
"oooowh, bagus lah, tadi aku liat lidah kamu melet-melet. weeeeeee, weeeeee. kirain aku kenapa, malah matanya melotot gitu. hahahaha canda2 rey"
"hahaha, malah ngeledekin..hisssh" walaupun keliatannya senyum aku dibuat-buat tapi kamu berhasil dir.
"oh iya, kamu kenal Angga?" darimana chaidir tau.
"kok kamu tau?"
"iya, tadi pas kalian ketemu kayaknya dia kenal kamu, terus muka kamu agak sedikit ketekuk. kayak gini nih" sambil praktek depan muka aku, chaidir keliatan lucu+jelek. tapi aku suka
"iya, dia temen lama aku. tapi..."
"oh, nggak2 Rey, aku gak mau bahas masa lalu kamu yang membuat kamu nginget-nginget yang mungkin ingin kamu lupain. aku cuman mau kamu tertawa aja, yang mungkin bisa membuat kamu sedikit bahagia"
"iya, makasih ya dir"
"hohohoho, tapi ingeeeet, pas udah sampe sabang. kita bos dengan asistennya looooh, jangan lupa itu"
"hahaha. ok siap pak. laksanakan"


perjalanan yang awalnya aku kira akan membosankan, tapi dengan adanya kamu disini membuat ini terlihat sedikit mudah untuk aku lalui.

Rabu, 27 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page14

Sambil nunggu jam keberangkatan aku ngobrol2 aja sama Al dan Piyu. Kita bertiga udah ngerencanain aja mau kemana. Mau kesini, kesana, makan ini, makan itu...hahaha

"Itu dia Bos aku, seumuran loh dengan kalian" sambil nunjuk kearah cowo mertropolitan dengan jas hitam serasi dengan kemeja merah maroon dan bawahan celana hitam. Angga? Nama yang sudah aku lupakan sekarang ada di depan mata aku.

"Loh? Rey?"
Perjalanan yang awalnya aku banyangkan bakal seru dengan satu bulan bareng chaidir. Sekarang aku gk tau gimana jadinya.

Senin, 18 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page13

Sepuluh menit dari w telepon bang sopir ternyata dia udah dateng.
"Loh. Kok cepet banget rey, gak sampe setengah jam?"
"Emang siapa bilang aku masih jauh. Tdi tuh aku udah sampe di tol terakhir".
"Trus bang sopirnya gimana?"
"Udah aku talangin dulu. Lgian kamu bukannya nanya dulu".
"Kan aku panik. Gimana kalo kamu telat hayo?"
"Pokoknya sebagai gantinya kamu harua traktir aku nanti".
"Coba tebak. Ada siapa disini" sambil nunjuk ke arah piyu duduk.

Langsung aja rey nyamperin piyu ninggalin w disini sendiri. Huuft.

"Loh piyu, kamu juga ikut ke sabang? Sama siapa?"
"Eh rey, iya tdi aku juga kaget katemu chaidir. Aku sama Angga manajer aku. Aku cuma asisten doang makanya bisa kerja di perbankan".
"Nanti kita jalan bareng yaa?"
"Oke"

Ternyata bukan w doang yang ngerasa kaya di film FTV. Ternyata rey juga ngerasain.

Kamis, 14 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page12

huuuft, BT banget. seminggu ini kita cuman disuruh masuk kantor sama pak Burhan 3 hari doang. katanya sih buat persiapan hari sabtu langsung berangkat. tapi kan persiapan udah dari kemaren-kemaren. yaaaah, yaudah deh kerjaan w cuman bangun-masak-browsing-nonton film-jalan2 dan banyak hal yang gak berguna.
gak tau si Rey ngapain aja di sana. mungkin karena w udah terlalu asik sama dunia dibelakang meja kali ya, makanya ngerasa bosen gak ngapa-ngapain.

sekarang hari jum'at bulan Februari, siang ini panas banget jakarta. klung "Rey? tumben tuh anak bbm. lagi kesepian kali" batin w.hahaha
"Al, kita berapa lama sih di sabang?"
"hmhmhmh, kata pak Burhan sih satu bulan gitu, 2 minggu pelatihan, seminggu seleksi, seminggu free. kenapa emang?"
"asssiiiik, ada freenya. bisa jalan-jalan dong ya."
"yeeeeeeeeeeh..;("

hari sabtu, jam 07:00 (hari keberangkatan) satu jam sebelum take off.
di Bandara.
ya Allah, ni anak kemana sih. udah jam segini blom juga dateng.
"halo, kamu dimana Rey. satu jam lagi loh"
"maaf Al, tadi aku nyari barang yang ilang, baru ketemu. udah jalan kok"
"kamu naek apa?"
"taksi. kenapa?"
"kasih teleponnya ke supir taksi"
"halo pak, saya kasih 2x harga argo, kalo bapak bisa sampe setengah jam kesini."
"ok pak. setengah jam kan ya pak?"

sembari nunggu, katanya sih jadi satu kloter JABODETABEK. yaaah, keliatan sih banyak banget orang-orangnya. tapi, apa w gak salah liat tuh? w samperin cewe yang duduk gak jauh dari w berdiri, cewenya gak bisa liat w sih, soalnya dia duduk miring dari arah w dateng.
"Piyu? kamu mau kemana?"
"eh, dir. kok ada di sini? aku mau ke sabang. ada acara kantor"
"jangan bilang kalo kamu satu bulan acara kantornya? bank?"
"kok tau"

sial. kenapa semua ini udah kayak di film-film FTV yang sering w tonton sih. haduuuuuh.
"ya tau laaaah, w juga mau kesana. kamu sendiri?"
"waah, kebetulan dong yah. aku sama angga, tapi dia belom dateng. kamu sama siapa?"
"biasa, sama Rey."
"ciyeeee, kayaknya kalian gak terpisahkan nih".
"halaaaah, urusan kantor ini maaah. yaudah, have nice trip ye"
"you too.."

sumpah, w gak bisa bayangin satu bulan w ketemu tiap hari sama Piyu. w takut rasa itu balik lagi. hiks.
tapi w harus kuat.

Minggu, 20 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page11

Al, harus bagaimana lagi aku harus bersikap di depan dirimu agar kau mengerti bahwa selama ini hanya kamu yang dalam pikiranku...

haaaaaah, walaw pun aku udah bilang gak mau makan masakan orang lain selain masakan buatan kamu dir, tapi sampai kapan aku harus menunggu..

desir angin di lembah tandus..
sedingin embun pagi merasuki raga..
terdiam ku sepi, di antara keinginan dan kenyataan cinta...
dan kusadari segalanya takkan selamanya indah...

bila ia datang memeluk hati yang gersang dengan kehangatan...
kasihnya bukan sekedar angan dan bayangan...
pengorbanan akan kesucian hati seakan mungkin ku pertaruhkan...
untuk semua mimpi dan takdir dari tuhan...

maafkan bila ku pergi dan tak kembali...
cinta ini tak mungkin terus bertahta...
ku rangkai kata-kata dan kutangisi takdirku akan cinta...
aku tak berdaya...

ayat-ayat firman-Nya ku buka dan semua tanyaku terjawab sudah...
Ali r.a dan Fatimah az-Zahra saling mencinta dan pasrah pada Allah semata...
Yusuf dan Zulaikha menghadapi rintangan cinta yang tak mudah...
Rasulullah dan Khadijah rela berkorban karena percaya akan kesucian cinta.

lalu bagaimana dengan kita.???

mungkinkah kan terukir sejarah seperti mereka.?
berbingkai keharmonisan dan cinta...
terlukis dengan kuas-kuas keridhaan-Nya...
wahai penguasa semesta, tolonglah genggam tanganku...
agar ku tak bimbang dalam melangkahkan kaki untuk cinta...
dan andai aku bisa. kan kujaga hatiku hanya untuknya...
untuk dia yang Engkau takdirkan aku bersamanya...


dir, ak percaya sama kamu...
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page10

langsung buru-buru keluar, takut-takut rasa itu datang lagi. memori yang berusaha w hapus, kubur, buang ke laut.
langsung aja w liat Rey lagi mesen minuman di salah satu toko. w sms dia minta beliin. alhamdulillah, dengan hanya melihat dia, w langsung keinget sama rencana masa depan w yang w buat. tujuan hidup w.

rencana habis itu kita makan, tapi dia langsung ngajak w balik. katanya "gak mau makan buatan orang ah. sekali-kali mau dimasakin sama kamu.hehehe"
"yeeeee, nyengir. yaudah kalo gitu. siap nemenin aku belanja berarti. bentar, sekali-kali. perasaan udah sering"
"hehehehehe".

yaudah. kita belanja. kita pulang. w masak. kita makan bareng umi lagi untuk yang kesekian kalinya. w anter dia pulang. dan akhirnya w pamit pulang juga. gak lupa malem itu w sempetin ngingetin kalo minggu depan kita berangkat ke Sabang..

sampe rumah "de, umi kok ngerasa gak yakin ya.."
"gak yakin apanya?"
"umi gak yakin ngizinin kamu pergi ke Sabang"
"umi...emang apa yang umi pikirin sampe gak yakin gitu.."
"umi kepikiran, kamu habis dari Sabang, pindah kantor ke pusat, terus kamu..."
"udah-udah, jangan diterusin, nanti dede kepikiran, terus gak lancar kedepannya..dede niatnya ini bisa menjadi salah satu bekal dede buat hidup dede, biar gak nyusahin umi. yang dede minta sekarang ridho umi. doain dede"
"aaaamiin..pasti selalu umi doain"

(feeling orangtua apalagi ibu itu begitu kuat, dan mungkin ini salah satunya, kegelisahan ibu w. tapi bismillah, w bisa jalaninnya dengan sabar dan terus berharap ridho-Nya)...

Sabtu, 19 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page9

w berhenti lah, pura-pura nyari asal suara. tengok kanan tengok kiri. ngerasa pundak w di tepuk sama orang, w respon nengok ke belakang. haduuh, kenapa dia nyamperin w. baru w nguatin diri buat lupain dia. malah dia sekarang ada di depan w.
"eeeeeeeeeh, Piyu. lu ngapain di sini Pi.??"
"ini, w mau belanja baju". sambil nunjukin belanjaannya, tapi yang w heran kenapa baju cowok. ah, paling buat cowoknya.
"ciyeee, keliatannya bajunya baju cowok semua Pi. eh, gimana kabar kamu? aku tau dari ayah"
"oooh, ini buat orang yang w sayang dir. iya, w jga tau kok kamu dateng kan, w tau dari ayah"

dddrrt..hape geter nih, kayaknya Rey udah selesai.
"dir, kamu dimana? aku udah selesai nih. udah di luar. aku tunggu disini ya" sms masuk
"ok. bentar2"

"Pi, yaudah. w tinggal dulu ya. eh, w kesini bareng Rey, mau ikut gak?"
"oh ada Rey juga. ciyeeee, kencan ceritanya nih?"
"hahaha. gak, nanti aja w cerita. nomor masih lama kan?"
"iya. ok deh, aku juga mau lanjut shoping"
"ok daaaaah"

beli baju buat cowonya ternyataa. seneng juga sih, ternyata dia juga udah gak ada rasa sama w ternyata. w juga harus bisa move on. semangat dir.

(satu hal yang w gak bisa hilangin, kebiasaan w buat nebak-nebak. dan kali ini tebakan w meleset)

Minggu, 13 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page8

sepanjang jalan dia nyanyi-nyanyi mulu. nyanyi Bruno Mars-Marry You lah-count on me segala di nyanyiin. wew, lagi seneng nih anak kayaknya. w cuman bisa dengerin tanpa komentar apa-apa, maklum kalo udah bawa motor w paling males ngobrol. tapi lumayan lah bisa menghibur dikit tuh suara. ehehehehe

dak nyampe satu jam dari rumah w, udah sampe di parkiran Blok-M. baru turun dari motor eeeeh, dia udah ngacir aja duluan "eeeeeeh, Rey helmnya taroh dulu. idiiih nih anak dari tadi kayaknya seneng amat sampe helm lupa di lepas"
"hehehe..." cuman nyengir doang kayak kuda.hahahaha

hmhm. udah lama gak masuk Blok-M, biasanya cuman di luarnya doang. itu juga bakal belanja kue, masuk ke mallnya sih udah lama gak pernah, terakhiiiir waktu sama Piyu. iya ya, gimana kabarnya ya.?
pas aku liat di samping aku ada wajah Rey yang bahagia banget, w langsung buru-burur hapus bayangan w tentang Piyu. iya, w harus bisa lupain dia. harus

w ngikuut aja dibelakangnya Rey, udah kayak anak bebek ma induknya. dia kemana w ngikut, dia ke toko ini w masuk, soalnya emang dia yang punya rencana kesini, w sih cuman nganterin aja. tapi bukan supir looh.

pas lagi di toko baju, w sama Rey agak misah, liat-liat kemeja cowo, dia lagi di pakaian dalem cewe. gak sengaja w liat dia, ya dia yang pernah....aaaaaaaaaaaaaaaaaah, itu dulu dir, gak usah lu inget-inget yang begituan, dah lalu....buru-buru w pura-pura gak liat.
tiba-tiba "Hey dir..."

Selasa, 08 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page7

hoam. pagi-pagi giniiii enaknya ngapain ya?
habis sholat shubuh jama'ah sama umi, seperti biasa di hari minggu...saatnya kita belanjaaaaaa..hahaha
di perjalanan w ngelamun mikirin mimpi w yang tadi malem, kerasa kayak beneran. senyumnya, ketawanya, rasa cemburu w waktu liat dia jalan sama cowok lain, rasa kesel w karena tau w juga belom bilang apa-apa sama dia, diri w bilang "udah dir, lu udah siap. nanti lu nyesel kalo dia pergi entah kemana", tapi disisi lain diri w juga berkata "lu boleh bilang ke dia, ajak dia nikah tapi jangan kebawa nafsu gini"

tanpa w sadar, hati w mulai mencair, mengaliri kata-katanya

Rey, tanpa kamu sadari kamu telah menjadi matahari di siangku.
matahari yang selalu menghangatkan diriku dari dinginnya waktu.
Rey, tanpa kamu sadari kamu telah menjadi bulan di malamku.
rembulan yang senantiasa menemani gelapnya alam mimpiku.

tujuanku, harapanku, kebahagianku. hanya kamu.
dirimu, ya. semua yang ada padamu.
kelebihanmu, kekuranganmu.

takut. aku takut ketika waktu datang, bukan wajahmu yang ku lihat ketika shubuh menjelang
takut. aku takut ketika kau sedih, bukan tanganku yang mengusap air yang jatuh dari matamu
takut. aku takut ketika dingin menjemputmu, bukan hangat ku yang mendekap dalam tubuhmu
takut. dan aku takut bukan dirimu yang menjadi bagian hidupku. isteriku.

aku ingin kamu tau, tapi aku tak tau caranya bagaimana?
aku ingin kamu merasakan, tapi aku tak tau cara menyampaikan?

 minggu ini, w lampiasin perasaan w ke dalam masakan yang w buat. seperti yang w duga, rasanya gak keruan. mending w nyiapin barang-barang ke dalam koper. trrrt. hape w bunyi.
"kamu udah siap?" Rey.
"udah dooong. kamu?"
"lagi bingung. kamu mau temenin aku?"
"kemana?"
"ke Blok-M.hehehe"
Blok-M. sama kayak di mimpi w nih.hehehe, ah tapi masa sama persis.
"mau ngapain ke Blok-M. belanja?"
"iya dooong. kan dapet jatah dari kantor. nanti habis ashar aku ke rumah kamu ya?"
"ooowh, yaudah deh. ceritanya kencan kita? hahahaha"
"hohoho. boleh-boleh. loh?"
"hahaha. kamu bisa juga nimpalinya. yaudah aku tunggu"

sambil nunggu Rey, aku nyiapin makan malem dulu buat umi. maah dia udah dateng duluan. tapi gapapa, dia dah sering nunggu.hehehe

"ayo berangkat?"
"ayok" umi keluar dari kamar habis istirahat "hati-hati ya Rey?"
"iya mi" sambil nyium kedua tangan umi. seneng banget liatnya.

Jumat, 04 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page6

""hey, bengong aja kamu dir"
"dir? ngomong-ngomong aku udah nunggu kamu sejam lebih loh. bisa buat jakarta-malang naek pesawat tuh"
aku berusaha sekuat tenaga biar caranya dia yang cerita sendiri.
"maaf deeeeh. aku emang udah selesai pas sejam yang lalu. tapi, dijalan aku ketemu temen kecil aku. namanya Rizky. tuh orangnya masih keliatan" sambil nunjuk cowok kemeja polkadot balutan cardigan ditambah setelan jeans hitam pantofel putih. gila, style w banget tuh. tapi ogah deh pantofel putih. iuuuh banget.
"setelannya mirip kamu banget dir. tapi kamu lebih gentle dikit. dikit looooowh" yah, walau cuman sedikit, tapi w tetep terbang ke atas. hahahahah
"dikit? iya sih, aku paling ogah pake pantofel putih. udah kayak om om girang gitu. terus kita mau kemana lagi? kamu mau kemana lagi habis ini?
"aku lapeeeeer, kita makan yuk?"
"ayok"

siang itu kita makan di rumah makan sederhana. namanya sih sederhana, tapiiiii harganya bintang lima. walaupun bayarnya berdua sih.hehehehe

"hmhm, Rey, kamu udah bilang sama orangtua kamu kita mau ke Sabang?"
"udah, aku udah bilang ke mereka. kenapa emang?"
"gapapa, biar lancar aja perjalanan" aku diem sejenak, nimbang-nimbang apa w bilang aja ya kayak yang tadi w bayangin..
"trus kamu udah bilang ke orangtua kamu masalah...masalaaaah...."
"masalah apa?"
"masalah kalo kamu mau dijadiin pengganti aku?"
"maksudnya dir?"
ups. aku keceplosan lagi.
"haduh, sory2, kata pak Burhan aku belom boleh kasih tau kamu. haduuuuh. jadi tuh, setelah dari Sabang dan kalo aku lolos aku dipindah di kantor pusat. dan kamu gantiin posisi aku"
"kok tiba-tiba kabarnya. kenapa harus kamu?" ada sedikit kekecewaan dari nada Rey tadi ngomong.
"kenapa sekarang ketika aku sudah menunggu kesempatan ini. ketika aku bisa ketemu kamu dir"
"maksud kamu?"
"aku..."

Senin, 30 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page5

siang itu kita makan di rumah makan sederhana. namanya sih sederhana, tapiiiii harganya bintang lima. walaupun bayarnya berdua sih.hehehehe

"hmhm, Rey, kamu udah bilang sama orangtua kamu kita mau ke Sabang?"
"udah, aku udah bilang ke mereka. kenapa emang?"
"gapapa, biar lancar aja perjalanan. kamu udah bilang kalo aku mau nikahin kamu?"
"hahaha. kamu lucu dir" aku tatap matanya dalem-dalem, tapi gak nyeremin juga.
"kamu serius? coba bilang lagi?" malah dikiranya becanda.
"kamu udah bilang belom ke orangtua kamu kalo aku mau nikahin kamu?"
"ya belom laaaah, kamu juga baru bilang sekarang" hahaha. iya ya, pinter juga dia.

ini saatnya
"hehehe, iya sih. tapi kamunya mau gak aku nikahin? ah, sederhana banget. aku ulang. Rey, ketika aku lahir ke dunia ini aku gak sadar kalo orang yang akan aku ajak nikah akan lahir setelah aku. dan selama itu aku hidup sendiri tanpa kepastian. butuh waktu selama 6 tahun aku sekolah dasar, 6 tahun aku di pondok, dan butuh waktu 3 tahun lagi untuk menyadari bahwa kamulah yang Allah tunjukkan kepadaku. kamu mau menjadi masa depan aku, menjadi orang yang siap aku berikan pengorbanan apa yang ku punya, siap mendidik anak-anak kita, siap menjadi kebahagiaan terbesar aku karena lengkap sudah agama kita?"

dia diam sejenak.
"dir, aku orangnya gak bisa berkata-kata kayak kamu. sebenernya aku menunggu selama kurang lebih 2 tahun ini, untuk kamu ngomong gini. tanpa kamu ketahui, hari ini telah menjadi bagian hari-hari indah yang aku lewati. kalo kamu bilang aku mau gak? aku ingin menjadi kebahagiaan masa depan kamu, ingin mendidik anak-anak kita, ingin menjadi orang yang merasakan pengorbanan kamu. aku terima lamaran kamu"

"tapi...."
deg....sumpah, w merinding takut.

Minggu, 29 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page4

hufft. w malah kesel sama iri w sendiri. kenapa sampai saat ini w belom ngomong sama dia sih. mungkin karena selama ini w nganggep dia ngerespon w kali ya. tapi dipikir-pikir sih iya.hehehehe
tapi kenapa sama diri w...
 kenapa w risau begini....

"hey, bengong aja kamu dir"
"dir? ngomong-ngomong aku udah nunggu kamu sejam lebih loh. bisa buat jakarta-malang naek pesawat tuh"
aku berusaha sekuat tenaga biar caranya dia yang cerita sendiri.
"maaf deeeeh. aku emang udah selesai pas sejam yang lalu. tapi, dijalan aku ketemu temen kecil aku. namanya Rizky. tuh orangnya masih keliatan" sambil nunjuk cowok kemeja polkadot balutan cardigan ditambah setelan jeans hitam pantofel putih. gila, style w banget tuh. tapi ogah deh pantofel putih. iuuuh banget.
"setelannya mirip kamu banget dir. tapi kamu lebih gentle dikit. dikit looooowh" yah, walau cuman sedikit, tapi w tetep terbang ke atas. hahahahah
"dikit? iya sih, aku paling ogah pake pantofel putih. udah kayak om om girang gitu. terus kita mau kemana lagi? kamu mau kemana lagi habis ini?
"aku lapeeeeer, kita makan yuk?"
"ayok"
aku percaya sama kamu Rey.
tunggu sebentar lagi ya.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page3

dia sama siapa?
kenapa tiba-tiba w merasa sakit ngilu di hati.
hah, sakit. seharusnya bukan ini yang w rasain.
karena cinta dari-Nya tidak ada rasa sakit.
mungkin ini hanya rasa takut kehilangan dia.

waktu serasa berhenti.
ingin ku menghampirinya saat ini juga.
hanya ingin ia tidak lepas dari penjagaanku.
hanya melihatnya bersama orang lain.
hanya melihatnya tertawa bersama orang lain.
kenapa aku tidak tega.
aku sadar, dia bukan siapa-siapa.
setidaknya aku belum ada ikatan terhadapnya.
tapi, apakah aku egois jika ingin memilikinya dan tidak membiarkan seorangpun...seorangpun.
apakah aku egois jika aku....

hah. itu hanyalah syaitan dalam diriku berkata.
aku yakin. aku pecaya.
dengan segala usaha dan doaku pada-Nya.
aku yakin dialah yang akan menjadi masa depan kebahagiaanku.
Rey...aku mencintaimu.

 

Jumat, 20 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page2

"mi, minggu depan dede mau ke sabang. doanya ya"
"ngapain kamu ke sabang? jauh-jauh amat"
"ada seminar dari kantor. nah, kalo kepilih dede di pindah tugas ke kantor pusat. gimana menurut umi?"
"ya, kalo menurut kamu baik umi sih ikut aja. selama itu gak buat rugi kamu"
"makasih mi. oh ya mi, Rey juga ikut kesana"
"HAH. kamu berdua doang?"
"ya dari KC sini berdua doang. kata pak Burhan sih buat gantiin posisi dede"
"yaudah. awas macem-macem"
"hahahahahaha. doain aja lancaaaar"

hari minggu w sama Rey pergi ke Mall di Jakarta. kita bukan mau kencan, cuman beli perlengkapan buat disana. mumpung dapet komisi dari kantor ya sekalian beli yang baru.hehehehe
"mau bareng-bareng apa sendiri-sendiri nih?"
"ya sendiri-sendiri lah. masih nanya, aku malu lah kalo beli alat-alat khusus cewe"
"hehe. yaudah. 2 jam lagi ketemu di Solaria ya. terus kita makan. ok"
"ok"

baru sejam w udah selesai belanja. tapi ini dah lewat satu jam dari yang dijanjiin nih. awas aja kalo ketemu nanti kamu Rey. w cuman mondar-mandir, planga-plongo, kesana-kemari. duduk-berdiri-jalan-duduk lagi.
nah, tuh dia. tapiiii sama siapa dia ngobrol?

Kamis, 12 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page1

5 bulan setelahnya

yaaaah, bisa dibilang hubungan w sama Rey lumayan lancar. kita gak berhubungan secara khusus seperti anak-anak zaman sekarang yang katanya pacaran.hahaha pernah suatu kali w bilang ke dia "Rey, dulu aku udah nyiapin rencana aku untuk 5 tahun kehidupan aku mendatang. dan kamu terdapat di dalamnya?"
"serius?"
"serius, yaaah walaupun aku gak tau nanti Allah ngizininnya sama siapa? tapi ini salah satu ikhtiar aku"

hari ini kegiatan ku sama-sama aja seperti sebelumnya. jam 5 pergi ke Blok-M, jam set7 pergi ke kantor, jam 5 pulang, nah kali ini w tambah kegiatan w pada malam hari, yang biasanya istirahat tapi w kali ini isi dengan ngajar ngaji di masjid deket rumah w.

"chaidir, kamu bisa ke ruangan saya?"
"bisa pak, kapan?"
"sekarang"
waduh, ada apaan nih. kok tiba-tiba pak Burhan minta w ke kantornya, terlepas dia emang atasan w di kantor. tapiiii, mendadak gini. biasanya juga lewat Dimas nyampeinnya.

lima menit kemudian w udah sampe di kantornya.
"assalamu'alaikum pak. ada apa?"
"wa'alaikumsalam. silahkan-silahkan"
"makasih pak. iya pak. tumben amat pak tiba-tiba manggil mendadak gini. gak biasanya"
"gini dir, rencananya minggu depan dari pihak pusat ada acara seminar dan pelatihan bagi karyawan-karyawan cabang untuk dimutasi ke pusat. nah, bapak lihat di KC ( Kantor Cabang ) ini kamu yang bapak lihat cocok. gimana?"
"pak, saya kan baru 2 tahun disini pak. sedangkan masih banyak karyawan-karyawan yang lebih lama bekerja disini".
"emang bener, tapi diantara mereka yang salam 2 tahun ini karirnya meroket siapa? yang kerjanya bagus siapa? ya kamu. tenang aja, nanti kamu ditemenin sama Rey. bapak emang sengaja mempersiapkan dia sebagai pengganti kamu nantinya.
"dimana pak?"
"di Sabang"

aku bingung. pusat, artinya aku jauh dari Rey dong. walau KC deket sama rumah tapi...haaaaaaaaaaaah, bisa gila w kalo mikir terus kayak gini. w terima aja dah. biar buat susana baru.

Sabtu, 07 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page9

astaghfirullah. w kaget liat kondisi Piyu. selang infus di tangan kirinya+alat bantu pernafasan+muka yang setengah diperban sekitar kepala yang masih menimbulkan darah segar warna merah, aku langsung ngeliat ke arah Rey sambil mengangguk isyarat buat mendekat ke arah ranjang Piyu. sedangkan w, w cuman bisa jalan perlahan-lahan ke arah Ibu Piyu. sambil berucap salam pelan w raih tangan ibunya, w taruh di kening w dan berusaha menambah kesabaran di hatinya.

w mencoba memberikan waktu buat Rey untuk menemani Piyu. beberapa saat kemudian Ibunya menghampiri w dan duduk disebelah w dan mulai bercerita " kejadiannya baru satu minggu li, jadi dia habis pulang dari kantor jam delapan malam. sebelumnya dia sempet nelpon umi ngabarin kalo dia udah pulang. tapi tiba-tiba satu jam kemudian ada polisi yang dateng ke rumah. ngabarin kalo Piyu kecelakaan hebat dan dirawat di RS ini" aku gak tega liat  Ibunya sedih, w usap-usap punggungnya dia
"ibu takut kehilangan Piyu, Li"
"ibu jangan ngomong gitu dong. ucapan itu doa. seharusnya ibu bilang, "ibu yakin Piyu akan sadar, dia perempuan yang kuat" jangan bilang kayak tadi. terus kejadiannya gimana bu?"
"kata polisi, Piyu nyenggol bemper mobil di depan, terus dia oleng terus jatuh. yang bikin parah mobil di belakangnya gak siap. akhirnya Piyu ketabrak dari belakang. terus....hiks"
"udah-udah. sekarang kita ke mushollah. kita shalat Dhuha dan meminta kesehatan kepada Sang pemilik kesehatan. biar Rey yang jagain Piyu di sini"

aku jalan pelan ke arah Rey yang lagi sesenggukkan membuat wajahnya jatuh ke atas kasur Piyu sambil megangin tangan Piyu. aku belai kepalanya. dia mendongak pelan ke arah w. aku bisikkan sesuatu ke arah samping wajahnya "aku ma ibu mau sholat Dhuha dulu. kamu disini aja ya?"
"iya" nadanya lemes banget...
"kamu jangan nangis terus dong. masa nanti kalo Piyu bangun kamu mau dia liat wajah kamu yang bengkak gara-gara nangis terus dia gak ngenalin kamu?"
"kamu jahat..."
"makanya sedihnya udah dulu ya?"
"iya. aku titip doa ya?"
"ok"

hari itu di tutup dengan pamitan sama Ibunya Piyu. dan nganterin pulang Rey.
"dia cocok buat kamu, Li" bisik Ibunya.
"makasih bu, doain aja. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam"

Jumat, 23 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page8

"mumpung hari ini libur. kamu mau kemana? kita jalan yuk? kemanaaaa gitu". setelah selesai dari kediaman pak Marzuki yang ternyata duitnya ingin dibuat pengobatan Piyu. w sempet syok. tapi w percaya keluarganya bisa ngejaganya.
"kamu gak kepikiran Piyu, mben?" w tau dari nadanya Rey, dia sedih waktu ngedenger hal itu.
"hmhm. aku kepikiran sih Rey. tapi kan sekarang udah ada keluarga mereka" emang w gak tau Piyu sakit apa. gak sempet nanya.
"kita ke rumah sakit yuk? sekarang!" sambil ngeliat ke arah w. w tau dari raut wajahnya, Rey pengen banget. sangat.
"ok. ok" terkadang kita harus terdiam dan membuat suasana dan ruang yang luas untuk seorang wanita berpikir.

satu jam kemudian kita udah sampai di rumah sakit yang dikatakan ayahnya. w sih biasa aja. udah nyiapin mental dari sebelum ke rumahnya. tapi yang kesian Rey. w tau, semasa sekolah dulu, Rey adalah teman dekat Piyu. jadi setelah gak lama ketemu dan sekalinya ketemu tapi tempatnya di rumah sakit. 

dari mulai turun mobil, terus kita masuk ke loby rumah sakit, terus kita naik lift, terus kita di depan kamarnya Piyu, Rey selalu pegang tangan w dengan dua tangan. ya, dua tangan "kamu gak apa2. kita mau ketemu temen lowh. bukan mau ujian skripsi, Rey"
"iya, aku tau. tapi aku gak kuat liat Piyu nanti". soalnya dia mikir pas di mobil tadi. Piyu pasti parah sakitnya sampe2 ayahnya minjem duit segitu banyak buat biaya pengobatan.
sebelum masuk aku ajak Rey duduk di bangku depan kamar Piyu. mengajak dia berusaha untuk tenang, mengajak dia untuk berusaha ceria agar Piyu juga ceria nanti di dalam. alhamdulillah dia udah gak sedikit tegang dengan pertemuan ini.

"ayo masuk?"
"ayo" kita berdua masuk ke kamar Dahlia, bisa dibilang ini kelas 1 di rumah sakit ini. dan bener saja. setelah pintu dibuka. mata ku tertuju langsung ke ibu Piyu yang dari tadi megangin tangan anaknya yang pucet. tapi setelah w ngerasain genggaman Rey semakin erat. w sadar ada yang gak beres dengan yang diliat Piyu sekarang. bener aja, pas w liat Piyu....

Sabtu, 17 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page7

gimana yah, ngalihin pembicaraan. terlanjur keceplosan nih. tapi w gak mau bilang sekarang "yaaaa, pas itu"
"itu apa?" dia masih aja nanya.
"alhamdulillaaah. akhirnya sampe" fiuuuuh. bagusnya udah depan rumahnya Pak Marzuki. hehehehe

tapi sekarang kok hati w deg-degan "santai aja mben. kita kan kesini mau ada urusan kantor kan? jadi tenang aja" Rey selalu bisa baca isi pikiran w dan selalu bisa nenangin itu.
"assalamu'alaikum" sebagai asisten, w bilang ke dia buat gantiin salam.hahahaha
"wa'alaikumsalam. siapa? eeeeh Ali. kira siapa. ada apa Li?" fiuuuh. ternyata kakaknya Piyu yang keluar.
"ini ka. mau ketemu Ayah (pak Marzuki) mau nyerahin berkas-berkas. ada?"
"ooowh. ada kok. ini siapa? pacar baru kamu?" deg. pacar. ya nggak lah. umur segini masih pacaran.
"ini asisten aku kak. dia temennya Piyu juga kok"
"ooowh. ayo masuk"
"kok gak dijawab?" Rey penasaran ternyata.
"yang mana?"
"kita pacaran ato bukan".
"emang harus dijawab" hahaha yes. dia penasaran.
"huh. dasar. cowok". hahaha. w ketawa lagi dalem hati. dia selalu bisa buat hati w lega. sekarang jadi gak beban lagi.

w nunggu depan rumah. "gak ada yang berubah" batin w. masih dengan taman yang sama. kolam ikan dipojokan taman. tanaman gantung berjejer di depan rumah. haaah, jadi terkenang..."lagi mikirin pas pertama kesini yaaaa?" "hehehehehehe" w cuman bisa nyengir.

"masuk dulu Li. ayah lagi di kamar. sebentar"
dalemnya juga gak berubah. dinding cat putih. lampu ruangan jaman dulu. pohon silsilah menyambut kedatangan kami di dinding sebelah kanan. meja dan kursi ukir berwarna coklat.
"fokus mbeeeen"
"makasih ya Rey. iya, aku fokus"


Kamis, 15 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page6

tapi kenapa ada foto ni orang. w perhatiin, ni temen w dulu kan? w ngebatin. ngapain Rey nyimpen foto dia. jangan-jangan...

10 menit kemudian w udah sampe mobil "sorry lama. kamu udah siap? gak ada yang ketinggalan lagi kan?"
"kamu tuh yang udah siap apa belom?"
"maksudnya?"
"kan mau ketemu anak pak Marzuki" dasar, pake nada ngeledek segala lagi
"udah deh Rey. udah 8 tahun aku coba berusaha lupain dia. dan 8 tahun itu juga aku bebas, terbebas dari bayang-bayang dia. 8 tahun itu juga aku jaga cinta ini sampe aku ingin buka lagi suatu saat nanti aku berikan ke seseorang"
"udah ketemu?"
"proses"...

jalanan pagi itu macet parah. biasa hari minggu di jakarta. padahal baru jam segini, udah pada mau kemana sih nih manusia. bikin macet jalan aja. gak sadar kalo w sebenernya juga melakukan hal yang sama.

"jadi, gimana kabar Aya? rey" itu temen w dulu. dulu banget. kita udah kayak sahabat. kalo buat masalah cewe, mungkin kita satu selera. yaaaah, walaupun sempet gontok-gontokan sih gara-gara cewe yang kita taksir sama.
"maksudnya kabar?" tampangnya bingung banget.
"yaaaah, mungkin kamu tau dia ada dimana? lagi ngapain? hmhmhm, sekarang sama siapa?"
"aku gak tau lah mben. lagian udah lama banget gak ketemu"
"aku ketemu dia tadi pagi di kantor" kenapa tiba-tiba w kayak interogasi Rey gini. kenapa w tiba-tiba ngerasa cemburu dia nyimpen foto Aya.
"haaah. serius. ngapain dia di kantor. bukannya tutup?"

iya ya. w bego amat. kantor kan minggu tutup
"aku liat dia di meja kamu. jadi keinget masa-masa dia PDKT sama kamu. keinget waktu aku udah kayak asisten dia waktu maen ke kos kamu. ngajak kamu jalan-jalan. makan berdua. keinget waktu aku kesel banget pas..." mampus w, gak bisa dijaga nih mulut.
"pas apa mben? hayooooo. cerita doooonk".

Sabtu, 10 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page5

hah. kepala w pusing mikirin obrolan apa aja yang bakalan nanti w omongin kalo ketemu sama Piyu. bentar-bentar, w kan mau ketemu sama pak Marzuki. kenapa w harus bingung sama Piyu? sial

"Malang-Jakarta hgak jauh Al, 3,5 tahun gak lama kok. aku percaya sama kamu kesana buat pendidikan kamu" kenapa w harus inget itu sih sekarang. siaaaaaal!!!

"kamu kenapa mben?" w gak sadar, tingkah laku w pas mikirin itu semua ternyata diperhatiin sama Rey yang ada di samping w. "kalo kamu gak fokus sama jalan nanti bisa gawat loh. lagi bingung ya kalo ketemu sama Piyu nanti ngobrol apa?"
kok dia tau sih. tebakannya bener banget "oh. ngggak kok. gpp. kamu udah bawa berkas-berkasnya pak Marzuki kan Rey?"
"udah. aku bawa di tas. hmhmhmhm..." tangannya sibuk ngaduk-ngaduk isi tas. kayak orang kebingungan.
"udah belooooom?"
"kayaknya ketinggalan di laci meja di kantor deh mben. sorry yaa..?"
"tuh kan, untung belom jauh jalannya. yaudah kita ke kantor dulu. gapapa."

gak sampai 15 menit kita udah di depan kantor "bentar ya mben".
"udah biar aku aja yang ambil. kamu tunggu disini"
"ok"

w naek ke lantai 2. w buka kantor w. w buka laci meja kerjanya Rey. tapi...

Kamis, 01 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page4


hari minggu w sengaja pagi-pagi buta bangun jam 4 subuh buat pergi ke daerah Jakarta-Selatan (Blok-M), niatnya pengen beli kue-kue basah biar ada pegangan jajanan di tangan pas nanti dateng ke rumah Pak Marzuki. sengaja w sendiri pergi gak ngajak-ngajak Rey.

jam 5 w udah balik, nenteng belanjaan banyak "banyak amat de kuenya? mang mau kemana sama buat siapa?" ibu w penasaran, soalnya emang w jarang-jarang beli kue ke Blok-M hari minggu. biasanya sih pembantu.
"gapapa mi, sengaja. ini mau silaturahmi ke rumah Pak Marzuki. bapaknya Piyu" ibu w udah tau cerita w ama Piyu. biar w gak ada maen rahasia-rahasiaan ama ibu w
"nagapain kamu kesana? umi gak suka" emang. hal yang gak umi gk suka dari Piyu dia masih make celana jeans. waktu itu.
"umi. itu kan udah lama. lagi pula chaidir kesana bukan mau ketemu ma Piyunya tapi Pak Marzuki. kebetulan dia nasabah di Bank tempat dede kerja. jangan dendaman gitu ah"
"umi gak suka aja kalo kamu masih hubungan ma dia"
"hubungan temen kan gpp. yang penting gak musuhan. selama dia baik kita juga harus baik. Rasul aja gak pernah dendem ama umat agama lain"
"haaah. umi udah kalah dah kalo kamu ngomongnya begitu. yaudah sholat dulu"
"ok"

jam dinding nunjukin pukul 6
"oh iya. kamu sendiri nanti perginya?"
"nggak mi. dede sama Rey nanti. ini lagi nunggu dia dateng"
"gak tau kenapa de. umi cocok aja kalo kamu sama Rey. adem liatnya dia. cara dia make kerudung nutup dadanya, pakaiannya, bawahannya, tutur katanya sopan"
"ya kalo uminya seneng. ya doain lah yang banyak biar jadi ama dia"
"jadi kamu mau sama Rey. nanti biar umi yang ngomong. ya?"
"loh loh loh. kok jadi gini. kalo waktunya dah tepat dan cocok biar dede aja yang bilang. yang penting umi seneng. dedenya yang penting umi cocok dede berusaha cocok juga. ok"
"assalamu'alaikum. mi"
"eeeeeh. wa'alaikum salam. baru aja diomongin dah dateng orangnya".
"hayooo, aku diomongin apa nih mi sama chaidir. jangan-jangaaaan..."
"udah yuk berangkat"

Kamis, 24 April 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page3

"pagi pak. ini..."
"salam dulu donk Dim. ini udah berapa kali saya ingetin, lain kali jangan lupa lagi. ulang dulu baru saya cek"
"hehe. maaf pak. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam. masuk!"
"ini pak, berkas-berkas yang harus bapak tanda tangan yang kemarin bapak minta slip gajinya".
"ok. cepet juga ya. makasih ya Dim. coba saya lihat sebentar. oh ya, orangnya masih di depan?"
"masih pak. tadi saya suruh tunggu takut-takut kalo ada yang kurang".
"namanya....Pak Marzuki.." deg. jantung w langsung sakit liat nama yang yang tertera di lembaran perjanjian itu. apa jangan-jangan.
"mben. kenapa?" w baru sadar, kalo dari tadi Rey udah ada di ruangan w. emang pak Burhan sengaja menempatkan Rey satu ruangan, biar enak aja pelatihannya katanya.
"oh, gapapa Rey. cuman kaget aja. jangan-jangan ini bapaknya Piyu" w gak sadar, seketika wajah Rey agak curiga. perhatian w terfokus sama biodata pak Marzuki.
"liat aja dulu. bener apa nggak"
"iya pak, bapak gak liat dulu biar mastiin?"
"gak, gak usah. nanti aja. ini Dim berkasnya udah saya tanda tanganin"

siang itu pikiran w kemana-mana. makan siang bareng Rey pun jadi hambar rasanya. pak Marzuki...buat apa coba dia minjem uang ke bank? terlalu bingung sama pikiran, w sampe gak konsen sama perbincangan kita berdua "kamu kenapa mben? kayaknya bingung gitu. sampe-sampe aku dicuekin"
"oh. maaf Rey. aku cuma lagi mikirin kenapa pak Marzuki sampe minjem uang ke bank"
"mikirin pak Marzuki apa anaknyaa..???" w sampe gak sadar, kalo dia emang bapaknya Piyu. tapi kenapa Rey nanya gitu?
"nggak kok. siapa juga mikirin Piyu"
"emang berapa sih dia minjemnya"
"250jt Rey"
"wow. banyak juga ya"
"besok kamu mau temenin aku?
"kemana?"
"besok aku mau nganterin surat-suratnya pak Marzuki"
"hayooo. kenapa gak Dimas aja"
"gapapa. sekalian silaturahmi. udah lama gak kesana" udah 7 tahun aku gak ke rumahnya. ke rumah Piyu
"kamu mau kan Rey"
"yaudah. tapi aku anggap ini latihan aku loh?"
"iya iya.."

sampai saat itu, aku masih belom bisa nebak raut wajah Rey yang terus merhatiin aku. aku gak tau harus timbul pertanyaan seperti apa. karena, aku berusaha mencoba menulis hidupku yang baru lagi. setelah semua hilang. ya. hilang

Sabtu, 12 April 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page2

"jadi, kamu sekarang tinggal dimana Rey?"
"kita jadi ngomong aku-kamu gini mben, kan udah gak dikantor"
"hehehe, maaf. soalnya udah kebiasaan sih"
malam itu, aku ngajak Rey untuk makan malam berdua. yaaah, walau cuma sebatas makan biasa tapi yang luar biasanya aku makannya di rumah. mungkin sekalian kenalin dikit-dikit sama Umi. hehe

"De, katanya mau masak?" emang aku sengaja malam itu aku ajak ke rumah. Umi ku suka begitu. sedikit-sedikit kalo ada cewe dateng langsung ditanya macem-macem
"jadi, kamu kenal sama chaidir dimana Rey?" pertanyaan pertama
"jadi gini tante..."
"tante? panggil aja ibu atau umi. biar lebih akrab. kesannya kali manggil tante udah kayak suka arisan.hehe"
"haha. iya Mi, awalnya emang kita satu sekolah dulu di pondok. tapi ya cuman sebatas kenal nama gak kenal orangnya. kenal orangnya itu pas satu nasib kuliah di luar kota"
"ooowh. gitu toh. pantesan selama ini umi gak pernah denger chaidir cerita tentang kamu"

"umi, dede kan jadi malu diobrolin gitu" aku datang sambil bawa makanan Golden Fillet egg buatan sendiri.
"umi orangnya emang gitu Rey, semenjak aku udah diterima kerja, dan setelah dikira mapan. aku ditanyain mulu kapan mau nikah? nanti kalo aku nikah siapa yang jagain umi. ya kan Rey?"
"iya mi, nanti siapa yang jagain umi nanti?"
"kan ada Rey yang jagain umi, kamu belom punya pacar kan?" suasana gak enak langsung. w langsung kaget ibu w ngomong gitu. padahal baru pertama kali ketemu juga sama Rey
"hmm.belom mi"
"dari pada mikirin kapan nikah dan kapan pacaran. mending kita langsung tancap ni makanan"
Golden Fillet egg dengan irisan daging sapi asap dikelilingi oleh panggangan telur bebek dengan dibaluri saus teriyaki yang udah mulai dingin pun habis seketika.

"hmmh. akhirnya berhasil juga nyobain masakan buatan kamu mben"
"maksudnya Rey?"
"ya kan kamu dulu bilang mau masakin masakan yang enak buat aku"
"tuh kan, bener firasat umi. hayoooo kapan tuh de?"
"ah, itu udah lama mi. kira2 empat tahun yang lalu"

makan malam itu sudah lama banget nggak umi rasain sejak lama. semenjak kaka-kaka sibuk. ya yang nemenin umi makan dan ngobrol ya aku sendiri. tapi entah kenapa malam ini terlalu berbeda bagi umi karena adanya Rey dalam meja kita. bahagia, itu yang aku lihat dari umi malam ini. aku pun juga

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page1

aaah. jadi itu semua hanya mimpi. tapi mengapa begitu terasa nyata. Dirinya, senyumnya, cemberutnya sampai cubitannya pun aku sampai merasakan sensasi gigitan semut di pipiku. malam ini aku terbangun oleh mimpi yang sama lagi selama tiga hari ini, sudah seperti main film aja bersama dia. tapi kenapa harus dia?

tak mau terbawa perasaan yang telah hilang, aku berjalan menyusuri ruang keluarga, terpampang foto kecil ku bersama kaka-kaka ku di dinding berwarna putih itu. aku menuju ke mushola keluarga, teringat bayang-bayang ayahku yang mendesain ini semua, kain Persia dengan bulu bludru biru dongker yang halus terbentang lebar dilantai marmer putih. ku mulai ambil air wudhu untuk bersujud kepada-Nya disepertiga malam ini.

tak terasa waktu menunjukkan pukul 04.30, "Mi, bangun. sholat jama'ah yuk?" yup, aku masih tinggal bersama orang tuaku, secara tempat kerja ku dekat dengan rumah, sekalian ngejagain ibuku yang menginjak usia 70, tak terasa dia sudah setua itu dibandingkan dengan semangatnya untuk mengajar diriku tidak ada apa-apanya "makasih ya de, udah dibangunin. kok umi gak dibangunin sekalian tadi tahajudnya?"
"iya, tadi soalnya ngeliat umi tidurnya nyenyak banget. kan seharian kemaren udah pergi kemana-mana"
"yaudah, yuk sholat".
pagi itu sudah kewajiban ku sebagai anak terakhir untuk menjaga ibuku. kaka-kaka semua udah sibuk masing-masing dengan keluarganya. pagi itu aku masakin nasi goreng kesukaan umi dan secangkir teh pahit anget, eiits gak lupa obat-obatnya.

maaf, aku lupa memperkenalkan diri. namaku Chaidir Ali, 24 tahun. saat ini alhamdulillah aku sudah bekerja di salah satu lembaga keuangan di Jakarta-Barat tepatnya di depan rumah aku.hehehe,  biar murah ongkosnya. bisa dibilang 2 tahun aku sudah diterima kerja, sekalian nabung-nabung sedikit untuk membuka restoran impian diriku dan kakak ku dan tentu saja umi.  jabatan yang aku pegang dikantor adalah Manager Legal Officer, bisa dibilang yang ngurusin semua surat-surat perjanjian yang dibuat antara pihak nasabah dan perusahaan

pukul 06.30 aku ijin pamit untuk pergi ngantor.
sedikit bocoran, untuk yang satu ini aku orangnya deg-degan kalo udah telat. lebih baik kecepetan 3 jam dari pada telat 3 menit. yaah, itung-itung contoh buat bawahanku sih.

perjalanan w bisa dibilang alhamdulillah lancar dalam urusan kantor. semua berkat izin Allah dan ridho Umi untuk bekerja disini. 3 bulan aku ditraining untuk urusan kantor. setelah 3 bulan itu aku mulai bekerja, tapi bukan seperti sekarang. aku masih ditugasin dibawah bagian personalia. nah, ceritanya waktu ada masalah di kantor antara nasabah yang nuntut sama perjanjian yang dia buat eeeeh ilmu w keluar sendiri. w kasih tau ke temen w yang ngurusin tu nasabah. bla bla bla bla bla, mulai dari pasal, undang-undang, sampai ke DSN-MUI w keluarin tuh dasar hukumnya. mungkin emang jalannya, yaudah mungkin emang dinilai sanggup dan kebetulan Manager yang lama udah satu minggu pindah tugas, aku deh yang disuruh buat ngisi jabatan itu yang kosong "Pak, ada dokumen-dokumen yang harus bapak liat untuk di revisi."
"oh, iya. silahkan duduk dulu" salah satu bawahan w. hehe
"ini pak. tentang nasabah yang mau peminjaman kredit rumah"
"hmhmh..ok ok. baik. kalo diliat-liat, dia belum nyerahin kwitansi gajinya 3 bulan terkahir nih. masih ada yang kurang. kalo ternyata beda sama yang dia tulis kan repot ya Dim" namanya Dimas, dia baru 2 bulan kerja di kantor ini, tapi udah baik kerjanya.
"oh iya pak, nanti saya tanyakan, hmhmh. Pak Chaidir udah tau kalo ada karyawan baru hari ini?"
"karyawan baru? belum tuh. siapa?"
"saya masih belum tau sih pak, tapi katanya seumuran sama bapak. kali aja jodoh, kan bapak belum punya pacar kayaknya tuh".
"becanda kamu Dim. yaudah cek dulu sana, mungkin tuh anak nanti dikenalin pas rapat kali. jangan lupa itu minggu ini harus udah selesai."
"baik pak"

hmhm. siapa ya? ah, gak mungkin w kenal. masa dunia sesempit itu sih. mungkin nanti dia...
"pak Chaidir, satu jam lagi rapat dimulai pak. kata pak Burhan semuanya jangan sampe telat".
"oh, makasih ya Nis" dia asisten ku, kalo Pak Burhan itu kepala cabang kantor ku.

rapat
"ok, jadi seperti yang saya bilang kemungkinan ada beberapa keryawan yang akan dipanggil tugas di kantor pusat" yes, ini kesempatan w buat naik gaji.hahahaha
"tapi, sebelum itu" pak Burhan terus aja ngomong " Chaidir"
"iya pak?" kenapa nih.
"hari ini kita ada keluarga baru di kantor ini, dia wanita, umurnya 24 sama kayak Chaidir. nah, bapak minta selama 3 bulan ini, kamu jaga dia, kamu training dia setelah itu kasih bapak laporannya tentang dia. kamu siap?"
"tapi pak, kenapa harus saya? bukannya training itu gak bisa jadi karyawan dulu. saya dulu gitu pak" w bingung kenapa harus w
"gpp, soalnya dia berpengalaman di lembaga keuangan kayak kita. tapi bukan Bank. dan bapak minta dia untuk jadi legal officer juga, kan kamu Managernya jadi ya tanggung jawab kamu".
"terus orangnya mana pak?"
"nanti bapak suruh menghadap kamu langsung"
"baik pak"

habis sholat dzuhur w menuju ruangan w sembari nunggu tuh cewe yang super lama banget. katanya setelah rapat, malah ini sampe jam segini belom dateng-dateng juga. sambil ngecek surat-surat perjanjian ada suara ketuk "tok tok"
"iya, masuk" w gak liat kearah tuh pintu, masih sibuk
"maaf pak saya..."
"salamnya mana? ulang sana, udah kayak anak baru aja kamu Nis"
"assalamu'alaikum. pak saya..."
"hmhmhm, Nis, coba kamu tanya Dimas..." w kaget, gak percaya..
"Rey...??"
"loh, ngapain lo disini, mben?" w bengong aja, tapi biar jaga image dikit.
"ooowh, jadi kamu "keluarga" baru yang kata pak Burhan itu. lama banget!!" ternyata dia...
"iya mben, tadi rencana langsung...loh loh, jadi lu atasan w?"
"manggilnya bapak dooonk. aku atasan kamu sekarang"
"yaah, kalo tau gitu..."
"tau gimana?"
"eh, gak jadi.hehe"

siang itu, bukannya briefing tentang training, aku malah asik liatin wajahnya ketika dia berbicara banyak selama 4 tahun kita gak ketemu. untuk kedua kalinya, aku merasa ingin menjaganya.

Rain, nama yang sanggup membuat hati ini bergetar.