"sebenernya mau kamu apa sih Rey?"
"loh, kok kamu malah nanya. seharusnya yang nanya itu aku, mau kamu sebenernya apa hah? tiba-tiba datang bilang cinta, giliran aku udah sayang sama kamu, kamu malah pergi gak ngasih kabar, seenggaknya kirim pesan aku kek, apa kek"
"ooowh, jadi ini semua karena aku pergi gak pamit, iya? emangnya kamu siapa, sampe aku mau kemana-mana harus pamit. ibu aku bukan, saudara aku bukan"
PLAAAAAK
"tega ya kamu ngomong gitu, ketika aku udah berharap kamu yang terbaik dalam hidup aku, tapi malah kamu anggep aku gak ada"
"Rey, Rey, kamu gak apa-apa?" ketika aku sadar semua itu hanya mimpi. ya, hanya mimpi. dan dia orang yang bisa menenangkan hati aku. iya, kamu dir.
"hmhm, gak apa-apa. aku cuman mimpi tadi"
"oooowh, bagus lah, tadi aku liat lidah kamu melet-melet. weeeeeee, weeeeee. kirain aku kenapa, malah matanya melotot gitu. hahahaha canda2 rey"
"hahaha, malah ngeledekin..hisssh" walaupun keliatannya senyum aku dibuat-buat tapi kamu berhasil dir.
"oh iya, kamu kenal Angga?" darimana chaidir tau.
"kok kamu tau?"
"iya, tadi pas kalian ketemu kayaknya dia kenal kamu, terus muka kamu agak sedikit ketekuk. kayak gini nih" sambil praktek depan muka aku, chaidir keliatan lucu+jelek. tapi aku suka
"iya, dia temen lama aku. tapi..."
"oh, nggak2 Rey, aku gak mau bahas masa lalu kamu yang membuat kamu nginget-nginget yang mungkin ingin kamu lupain. aku cuman mau kamu tertawa aja, yang mungkin bisa membuat kamu sedikit bahagia"
"iya, makasih ya dir"
"hohohoho, tapi ingeeeet, pas udah sampe sabang. kita bos dengan asistennya looooh, jangan lupa itu"
"hahaha. ok siap pak. laksanakan"
perjalanan yang awalnya aku kira akan membosankan, tapi dengan adanya kamu disini membuat ini terlihat sedikit mudah untuk aku lalui.
Jumat, 14 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar