Senin, 30 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page5

siang itu kita makan di rumah makan sederhana. namanya sih sederhana, tapiiiii harganya bintang lima. walaupun bayarnya berdua sih.hehehehe

"hmhm, Rey, kamu udah bilang sama orangtua kamu kita mau ke Sabang?"
"udah, aku udah bilang ke mereka. kenapa emang?"
"gapapa, biar lancar aja perjalanan. kamu udah bilang kalo aku mau nikahin kamu?"
"hahaha. kamu lucu dir" aku tatap matanya dalem-dalem, tapi gak nyeremin juga.
"kamu serius? coba bilang lagi?" malah dikiranya becanda.
"kamu udah bilang belom ke orangtua kamu kalo aku mau nikahin kamu?"
"ya belom laaaah, kamu juga baru bilang sekarang" hahaha. iya ya, pinter juga dia.

ini saatnya
"hehehe, iya sih. tapi kamunya mau gak aku nikahin? ah, sederhana banget. aku ulang. Rey, ketika aku lahir ke dunia ini aku gak sadar kalo orang yang akan aku ajak nikah akan lahir setelah aku. dan selama itu aku hidup sendiri tanpa kepastian. butuh waktu selama 6 tahun aku sekolah dasar, 6 tahun aku di pondok, dan butuh waktu 3 tahun lagi untuk menyadari bahwa kamulah yang Allah tunjukkan kepadaku. kamu mau menjadi masa depan aku, menjadi orang yang siap aku berikan pengorbanan apa yang ku punya, siap mendidik anak-anak kita, siap menjadi kebahagiaan terbesar aku karena lengkap sudah agama kita?"

dia diam sejenak.
"dir, aku orangnya gak bisa berkata-kata kayak kamu. sebenernya aku menunggu selama kurang lebih 2 tahun ini, untuk kamu ngomong gini. tanpa kamu ketahui, hari ini telah menjadi bagian hari-hari indah yang aku lewati. kalo kamu bilang aku mau gak? aku ingin menjadi kebahagiaan masa depan kamu, ingin mendidik anak-anak kita, ingin menjadi orang yang merasakan pengorbanan kamu. aku terima lamaran kamu"

"tapi...."
deg....sumpah, w merinding takut.

Minggu, 29 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page4

hufft. w malah kesel sama iri w sendiri. kenapa sampai saat ini w belom ngomong sama dia sih. mungkin karena selama ini w nganggep dia ngerespon w kali ya. tapi dipikir-pikir sih iya.hehehehe
tapi kenapa sama diri w...
 kenapa w risau begini....

"hey, bengong aja kamu dir"
"dir? ngomong-ngomong aku udah nunggu kamu sejam lebih loh. bisa buat jakarta-malang naek pesawat tuh"
aku berusaha sekuat tenaga biar caranya dia yang cerita sendiri.
"maaf deeeeh. aku emang udah selesai pas sejam yang lalu. tapi, dijalan aku ketemu temen kecil aku. namanya Rizky. tuh orangnya masih keliatan" sambil nunjuk cowok kemeja polkadot balutan cardigan ditambah setelan jeans hitam pantofel putih. gila, style w banget tuh. tapi ogah deh pantofel putih. iuuuh banget.
"setelannya mirip kamu banget dir. tapi kamu lebih gentle dikit. dikit looooowh" yah, walau cuman sedikit, tapi w tetep terbang ke atas. hahahahah
"dikit? iya sih, aku paling ogah pake pantofel putih. udah kayak om om girang gitu. terus kita mau kemana lagi? kamu mau kemana lagi habis ini?
"aku lapeeeeer, kita makan yuk?"
"ayok"
aku percaya sama kamu Rey.
tunggu sebentar lagi ya.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page3

dia sama siapa?
kenapa tiba-tiba w merasa sakit ngilu di hati.
hah, sakit. seharusnya bukan ini yang w rasain.
karena cinta dari-Nya tidak ada rasa sakit.
mungkin ini hanya rasa takut kehilangan dia.

waktu serasa berhenti.
ingin ku menghampirinya saat ini juga.
hanya ingin ia tidak lepas dari penjagaanku.
hanya melihatnya bersama orang lain.
hanya melihatnya tertawa bersama orang lain.
kenapa aku tidak tega.
aku sadar, dia bukan siapa-siapa.
setidaknya aku belum ada ikatan terhadapnya.
tapi, apakah aku egois jika ingin memilikinya dan tidak membiarkan seorangpun...seorangpun.
apakah aku egois jika aku....

hah. itu hanyalah syaitan dalam diriku berkata.
aku yakin. aku pecaya.
dengan segala usaha dan doaku pada-Nya.
aku yakin dialah yang akan menjadi masa depan kebahagiaanku.
Rey...aku mencintaimu.

 

Jumat, 20 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page2

"mi, minggu depan dede mau ke sabang. doanya ya"
"ngapain kamu ke sabang? jauh-jauh amat"
"ada seminar dari kantor. nah, kalo kepilih dede di pindah tugas ke kantor pusat. gimana menurut umi?"
"ya, kalo menurut kamu baik umi sih ikut aja. selama itu gak buat rugi kamu"
"makasih mi. oh ya mi, Rey juga ikut kesana"
"HAH. kamu berdua doang?"
"ya dari KC sini berdua doang. kata pak Burhan sih buat gantiin posisi dede"
"yaudah. awas macem-macem"
"hahahahahaha. doain aja lancaaaar"

hari minggu w sama Rey pergi ke Mall di Jakarta. kita bukan mau kencan, cuman beli perlengkapan buat disana. mumpung dapet komisi dari kantor ya sekalian beli yang baru.hehehehe
"mau bareng-bareng apa sendiri-sendiri nih?"
"ya sendiri-sendiri lah. masih nanya, aku malu lah kalo beli alat-alat khusus cewe"
"hehe. yaudah. 2 jam lagi ketemu di Solaria ya. terus kita makan. ok"
"ok"

baru sejam w udah selesai belanja. tapi ini dah lewat satu jam dari yang dijanjiin nih. awas aja kalo ketemu nanti kamu Rey. w cuman mondar-mandir, planga-plongo, kesana-kemari. duduk-berdiri-jalan-duduk lagi.
nah, tuh dia. tapiiii sama siapa dia ngobrol?

Kamis, 12 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Coffe Time Page1

5 bulan setelahnya

yaaaah, bisa dibilang hubungan w sama Rey lumayan lancar. kita gak berhubungan secara khusus seperti anak-anak zaman sekarang yang katanya pacaran.hahaha pernah suatu kali w bilang ke dia "Rey, dulu aku udah nyiapin rencana aku untuk 5 tahun kehidupan aku mendatang. dan kamu terdapat di dalamnya?"
"serius?"
"serius, yaaah walaupun aku gak tau nanti Allah ngizininnya sama siapa? tapi ini salah satu ikhtiar aku"

hari ini kegiatan ku sama-sama aja seperti sebelumnya. jam 5 pergi ke Blok-M, jam set7 pergi ke kantor, jam 5 pulang, nah kali ini w tambah kegiatan w pada malam hari, yang biasanya istirahat tapi w kali ini isi dengan ngajar ngaji di masjid deket rumah w.

"chaidir, kamu bisa ke ruangan saya?"
"bisa pak, kapan?"
"sekarang"
waduh, ada apaan nih. kok tiba-tiba pak Burhan minta w ke kantornya, terlepas dia emang atasan w di kantor. tapiiii, mendadak gini. biasanya juga lewat Dimas nyampeinnya.

lima menit kemudian w udah sampe di kantornya.
"assalamu'alaikum pak. ada apa?"
"wa'alaikumsalam. silahkan-silahkan"
"makasih pak. iya pak. tumben amat pak tiba-tiba manggil mendadak gini. gak biasanya"
"gini dir, rencananya minggu depan dari pihak pusat ada acara seminar dan pelatihan bagi karyawan-karyawan cabang untuk dimutasi ke pusat. nah, bapak lihat di KC ( Kantor Cabang ) ini kamu yang bapak lihat cocok. gimana?"
"pak, saya kan baru 2 tahun disini pak. sedangkan masih banyak karyawan-karyawan yang lebih lama bekerja disini".
"emang bener, tapi diantara mereka yang salam 2 tahun ini karirnya meroket siapa? yang kerjanya bagus siapa? ya kamu. tenang aja, nanti kamu ditemenin sama Rey. bapak emang sengaja mempersiapkan dia sebagai pengganti kamu nantinya.
"dimana pak?"
"di Sabang"

aku bingung. pusat, artinya aku jauh dari Rey dong. walau KC deket sama rumah tapi...haaaaaaaaaaaah, bisa gila w kalo mikir terus kayak gini. w terima aja dah. biar buat susana baru.

Sabtu, 07 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SUN RISE Page9

astaghfirullah. w kaget liat kondisi Piyu. selang infus di tangan kirinya+alat bantu pernafasan+muka yang setengah diperban sekitar kepala yang masih menimbulkan darah segar warna merah, aku langsung ngeliat ke arah Rey sambil mengangguk isyarat buat mendekat ke arah ranjang Piyu. sedangkan w, w cuman bisa jalan perlahan-lahan ke arah Ibu Piyu. sambil berucap salam pelan w raih tangan ibunya, w taruh di kening w dan berusaha menambah kesabaran di hatinya.

w mencoba memberikan waktu buat Rey untuk menemani Piyu. beberapa saat kemudian Ibunya menghampiri w dan duduk disebelah w dan mulai bercerita " kejadiannya baru satu minggu li, jadi dia habis pulang dari kantor jam delapan malam. sebelumnya dia sempet nelpon umi ngabarin kalo dia udah pulang. tapi tiba-tiba satu jam kemudian ada polisi yang dateng ke rumah. ngabarin kalo Piyu kecelakaan hebat dan dirawat di RS ini" aku gak tega liat  Ibunya sedih, w usap-usap punggungnya dia
"ibu takut kehilangan Piyu, Li"
"ibu jangan ngomong gitu dong. ucapan itu doa. seharusnya ibu bilang, "ibu yakin Piyu akan sadar, dia perempuan yang kuat" jangan bilang kayak tadi. terus kejadiannya gimana bu?"
"kata polisi, Piyu nyenggol bemper mobil di depan, terus dia oleng terus jatuh. yang bikin parah mobil di belakangnya gak siap. akhirnya Piyu ketabrak dari belakang. terus....hiks"
"udah-udah. sekarang kita ke mushollah. kita shalat Dhuha dan meminta kesehatan kepada Sang pemilik kesehatan. biar Rey yang jagain Piyu di sini"

aku jalan pelan ke arah Rey yang lagi sesenggukkan membuat wajahnya jatuh ke atas kasur Piyu sambil megangin tangan Piyu. aku belai kepalanya. dia mendongak pelan ke arah w. aku bisikkan sesuatu ke arah samping wajahnya "aku ma ibu mau sholat Dhuha dulu. kamu disini aja ya?"
"iya" nadanya lemes banget...
"kamu jangan nangis terus dong. masa nanti kalo Piyu bangun kamu mau dia liat wajah kamu yang bengkak gara-gara nangis terus dia gak ngenalin kamu?"
"kamu jahat..."
"makanya sedihnya udah dulu ya?"
"iya. aku titip doa ya?"
"ok"

hari itu di tutup dengan pamitan sama Ibunya Piyu. dan nganterin pulang Rey.
"dia cocok buat kamu, Li" bisik Ibunya.
"makasih bu, doain aja. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam"