Sabtu, 07 Juni 2014

SUN RISE Page9

astaghfirullah. w kaget liat kondisi Piyu. selang infus di tangan kirinya+alat bantu pernafasan+muka yang setengah diperban sekitar kepala yang masih menimbulkan darah segar warna merah, aku langsung ngeliat ke arah Rey sambil mengangguk isyarat buat mendekat ke arah ranjang Piyu. sedangkan w, w cuman bisa jalan perlahan-lahan ke arah Ibu Piyu. sambil berucap salam pelan w raih tangan ibunya, w taruh di kening w dan berusaha menambah kesabaran di hatinya.

w mencoba memberikan waktu buat Rey untuk menemani Piyu. beberapa saat kemudian Ibunya menghampiri w dan duduk disebelah w dan mulai bercerita " kejadiannya baru satu minggu li, jadi dia habis pulang dari kantor jam delapan malam. sebelumnya dia sempet nelpon umi ngabarin kalo dia udah pulang. tapi tiba-tiba satu jam kemudian ada polisi yang dateng ke rumah. ngabarin kalo Piyu kecelakaan hebat dan dirawat di RS ini" aku gak tega liat  Ibunya sedih, w usap-usap punggungnya dia
"ibu takut kehilangan Piyu, Li"
"ibu jangan ngomong gitu dong. ucapan itu doa. seharusnya ibu bilang, "ibu yakin Piyu akan sadar, dia perempuan yang kuat" jangan bilang kayak tadi. terus kejadiannya gimana bu?"
"kata polisi, Piyu nyenggol bemper mobil di depan, terus dia oleng terus jatuh. yang bikin parah mobil di belakangnya gak siap. akhirnya Piyu ketabrak dari belakang. terus....hiks"
"udah-udah. sekarang kita ke mushollah. kita shalat Dhuha dan meminta kesehatan kepada Sang pemilik kesehatan. biar Rey yang jagain Piyu di sini"

aku jalan pelan ke arah Rey yang lagi sesenggukkan membuat wajahnya jatuh ke atas kasur Piyu sambil megangin tangan Piyu. aku belai kepalanya. dia mendongak pelan ke arah w. aku bisikkan sesuatu ke arah samping wajahnya "aku ma ibu mau sholat Dhuha dulu. kamu disini aja ya?"
"iya" nadanya lemes banget...
"kamu jangan nangis terus dong. masa nanti kalo Piyu bangun kamu mau dia liat wajah kamu yang bengkak gara-gara nangis terus dia gak ngenalin kamu?"
"kamu jahat..."
"makanya sedihnya udah dulu ya?"
"iya. aku titip doa ya?"
"ok"

hari itu di tutup dengan pamitan sama Ibunya Piyu. dan nganterin pulang Rey.
"dia cocok buat kamu, Li" bisik Ibunya.
"makasih bu, doain aja. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam"

0 komentar:

Posting Komentar